RFID Protocol: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Perannya dalam Integrasi Sistem
- Marketing Tudi
- 22 Des 2025
- 4 menit membaca

Di era otomasi dan digitalisasi data yang semakin cepat, teknologi RFID tidak hanya bergantung pada perangkat keras seperti tag dan reader. Salah satu elemen krusial yang sering luput dari perhatian adalah Protokol, yaitu aturan komunikasi yang memastikan data identifikasi dapat dibaca, dikirim, dan diintegrasikan dengan sistem lain secara akurat.
Tanpa protokol yang tepat, sistem RFID berisiko menjadi terfragmentasi dan sulit dikembangkan. Oleh karena itu, pemahaman tentang Protokol menjadi fondasi penting dalam membangun solusi RFID yang efisien dan scalable.
Pengertian Protocol
Secara umum, protokol adalah “aturan main” komunikasi yang membuat dua perangkat atau sistem bisa saling memahami. Mirip seperti aturan bahasa dan tata cara percakapan: siapa yang memulai komunikasi, format pesannya seperti apa, bagaimana merespons, dan apa yang terjadi jika ada gangguan. Tanpa protokol, perangkat bisa saja saling terhubung, tetapi pertukaran datanya tidak konsisten atau sulit diproses.
Dalam artikel ini, RFID Protocol merujuk pada protokol komunikasi di tingkat aplikasi (application-level), yaitu aturan bagaimana sistem software berkomunikasi dan bertukar pesan terstruktur dengan RFID reader. Komunikasi ini umumnya menggunakan interface seperti WebSocket atau API, bukan pada level sinyal radio antara tag dan reader seperti standar EPC Gen2 atau ISO.
Dengan pendekatan ini, RFID Protocol berperan sebagai bahasa komunikasi yang disepakati antara aplikasi dan reader, sehingga integrasi menjadi lebih rapi dan selaras dengan arsitektur software modern. Protokol ini juga membantu menyederhanakan perbedaan teknis antar perangkat, karena tim IT dapat berinteraksi melalui antarmuka yang lebih sistem-friendly tanpa harus menangani detail SDK atau kompleksitas hardware secara langsung.
Fungsi Protocol dalam RFID
Protokol memiliki peran penting dalam memastikan sistem RFID berjalan konsisten dan andal.
1. Menstandarkan Pertukaran Data
Protocol menentukan format pesan dan struktur data sehingga informasi dari reader dapat diproses secara konsisten oleh aplikasi.
2. Mengatur Kontrol dan Event Reader
Melalui protocol, software dapat mengatur proses seperti start reading, stop reading, filtering data, hingga monitoring status perangkat.
3. Menyederhanakan Integrasi Software
RFID Protocol mengurangi ketergantungan langsung pada SDK vendor, sehingga integrasi dapat dilakukan lebih cepat dan terstruktur.
4. Mendukung Automasi Berbasis Event
Data RFID dapat dikirim dalam bentuk event real time yang langsung memicu proses bisnis di sistem backend.
Arsitektur Komunikasi Protocol dalam RFID
RFID Protocol bekerja dalam sebuah arsitektur komunikasi yang menghubungkan perangkat fisik dengan sistem digital.
1. Lapisan Perangkat RFID
Lapisan ini mencakup RFID reader dan antena yang melakukan pembacaan tag dan menghasilkan data mentah.
2. Lapisan Protokol Aplikasi
Pada lapisan ini, RFID Protocol mengemas data dan perintah dalam format terstruktur yang dapat dikirim melalui WebSocket atau API.
3. Lapisan Sistem Backend
Sistem aplikasi menerima data RFID dalam format siap pakai untuk diproses lebih lanjut, disimpan, atau dianalisis.
Standar dan Pendekatan RFID Protocol
RFID Protocol di level aplikasi tidak selalu terikat pada satu standar tunggal, tetapi mengadopsi pendekatan yang selaras dengan sistem modern.
1. Komunikasi Berbasis Pesan
Data RFID dikirim sebagai pesan terstruktur yang mudah dipahami oleh sistem lain.
2. Event-Driven Architecture
Setiap pembacaan tag atau perubahan status reader dapat diperlakukan sebagai event.
3. Integrasi Sistem Terbuka
Protocol dirancang agar mudah dihubungkan dengan berbagai aplikasi tanpa perlu logika tambahan yang kompleks.
Cara Kerja Procokol
Dalam praktiknya, sistem aplikasi mengirimkan perintah ke RFID reader melalui RFID Protocol, misalnya untuk memulai pembacaan atau mengatur parameter tertentu. Reader kemudian mengeksekusi perintah tersebut dan mengirimkan hasil pembacaan kembali dalam bentuk pesan terstruktur.
Data yang diterima aplikasi dapat langsung digunakan untuk kebutuhan operasional, seperti pencatatan pergerakan barang, validasi aset, atau monitoring aktivitas, tanpa perlu proses translasi manual dari data mentah.
Kelebihan Penggunaan Protocol
Teknologi ini menawarkan berbagai keunggulan dalam meningkatkan efisiensi operasional.
1. Interoperabilitas Antar Perangkat
Protokol dalam RFID memungkinkan berbagai perangkat dari vendor berbeda bekerja dalam satu sistem yang sama.
2. Skalabilitas Implementasi
Sistem dapat dikembangkan secara bertahap tanpa perlu perubahan besar pada arsitektur.
3. Efisiensi Otomasi Data
Data dapat diproses secara real time, mengurangi kesalahan akibat input manual.
Kekurangan Penggunaan Protocol
Meski memiliki banyak keunggulan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapannya.
1. Kompleksitas di Tahap Awal
Pemilihan dan konfigurasi protokol memerlukan pemahaman teknis yang matang.
2. Ketergantungan pada Standar
Tidak semua standar mendukung fitur keamanan tingkat lanjut.
3. Variasi Implementasi Vendor
Perbedaan kecil dalam implementasi protokol dapat memerlukan penyesuaian tambahan saat integrasi.
Peran Protocol dalam Integrasi Sistem Modern
Protocol menjadi penghubung utama antara dunia fisik dan sistem digital. Dengan protocol di level aplikasi, RFID tidak lagi berdiri sebagai sistem terpisah, melainkan menjadi bagian dari ekosistem IT yang saling terhubung.
Pendekatan ini memungkinkan implementasi RFID dilakukan lebih cepat, lebih terkontrol, dan lebih mudah disesuaikan dengan proses bisnis yang terus berkembang.
Kesimpulan
RFID Protocol adalah fondasi komunikasi yang membuat sistem RFID bekerja konsisten, mulai dari pembacaan tag hingga data siap dipakai di aplikasi. Dengan protokol yang tepat, proses identifikasi menjadi lebih cepat, rapi, dan mudah diskalakan.
Di lapangan, tantangan sering muncul saat mengintegrasikan data RFID ke software yang sudah ada. DERAS Protocol menjawab kebutuhan ini lewat antarmuka WebSocket terpadu yang menyederhanakan integrasi, mengurangi ketergantungan middleware dan perbedaan SDK, serta membantu menghindari vendor lock-in.
Sebagai penyedia solusi RFID end-to-end, TUDI siap membantu Anda merancang sistem RFID yang efisien dan terintegrasi. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim ahli TUDI untuk menemukan solusi terbaik bagi bisnis Anda.




