top of page

UHF vs NFC RFID: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Aplikasinya

  • Gambar penulis: Marketing Tudi
    Marketing Tudi
  • 31 Okt 2025
  • 8 menit membaca

Diperbarui: 2 hari yang lalu

Two NFC chips on a dark background with blue wave signals. "TUDI" logo and "www.tudi.id" text on a red gradient.

Di tengah kebutuhan visibilitas rantai pasok dan pengalaman pengguna yang ringkas, pemilihan teknologi RFID yang tepat menjadi kunci. Perbandingan UHF vs NFC kerap muncul saat bisnis menimbang jarak baca, kecepatan, kemudahan integrasi, dan skenario penggunaan. Artikel ini menyajikan perbedaan, fungsi, komponen, cara kerja, kelebihan, kekurangan, serta aplikasi UHF vs NFC agar Anda dapat memilih teknologi yang paling sesuai.


Daftar Isi


Pengertian UHF vs NFC

UHF dan NFC sama-sama bagian dari teknologi RFID yang memanfaatkan gelombang radio untuk identifikasi otomatis. Perbedaannya terutama pada cara berkomunikasi, jarak baca, kecepatan, dan skenario penggunaan.


Pengertian NFC

Hand holding a smartphone tapping a card reader for payment. The smartphone screen is blank. Beige background. Payment terminal buttons visible.

NFC (Near Field Communication) beroperasi pada 13,56 MHz untuk komunikasi jarak sangat dekat melalui sentuhan atau tap. NFC dirancang untuk interaksi cepat dan aman antara perangkat yang kompatibel, misalnya ponsel ke tag atau ponsel ke terminal pembaca. Umumnya digunakan untuk pembayaran non tunai, kontrol akses, ticketing, pairing perangkat, autentikasi produk, dan pengalaman pelanggan berbasis tap.


Pengertian UHF RFID

Hand holding a black barcode scanner in a warehouse. Background shows stacked cardboard boxes labeled "Finished Scanner."

UHF RFID (Ultra High Frequency) UHF beroperasi pada 860 sampai 960 MHz memanfaatkan pantulan sinyal (backscatter) sehingga mampu membaca pada jarak lebih jauh dengan laju baca tinggi. UHF ideal untuk operasi mass read seperti portal gudang, inventori tingkat item, dan pelacakan work in process di lini produksi.


Fungsi UHF & NFC

RFID dan NFC menyimpan segudang fungsi, namun keduanya biasanya digunakan untuk kebutuhan yang berbeda. Berikut fungsi utama UHF dan NFC dalam proses bisnis.


NFC unggul untuk interaksi jarak sangat dekat yang menuntut kontrol pengguna, seperti pembayaran, login, ticketing, otentikasi, dan penautan pengalaman digital. Model interaksinya tap based sehingga cocok untuk aplikasi yang memerlukan consent langsung dari pengguna.


UHF lebih tepat untuk pelacakan massal tanpa line of sight. Contohnya inventori cepat di rak, validasi pergerakan melalui portal inbound dan outbound, WIP tracking, serta kontrol akses kendaraan di area operasional.


Perbedaan utama RFID dan NFC

Bagian ini membantu meluruskan pemahaman yang sering rancu: NFC itu “bukan lawan” RFID, melainkan bagian dari keluarga RFID dengan karakteristik khusus.


1. Ruang Lingkup Teknologi

RFID adalah payung teknologi identifikasi berbasis gelombang radio yang mencakup beragam frekuensi (LF, HF, UHF). NFC berada di ranah HF (13,56 MHz) dan lebih fokus pada interaksi jarak dekat dengan pengalaman pengguna yang terkontrol.


2. Jarak Baca dan Pola Interaksi

NFC dirancang untuk jarak sangat dekat, umumnya dalam hitungan sentimeter, sehingga cocok untuk tap-to-pay, tap-to-authenticate, dan interaksi berbasis persetujuan pengguna. UHF RFID dapat bekerja pada jarak beberapa meter, sehingga ideal untuk proses mass read seperti portal gudang atau inventori cepat.


3. Kapasitas dan Kecepatan Pembacaan

UHF unggul saat harus membaca banyak tag sekaligus dalam waktu singkat, misalnya saat barang bergerak melewati gate. NFC lebih cocok untuk pembacaan satu per satu yang presisi, karena konsepnya memang mengutamakan kedekatan dan kontrol.


4. Perangkat Pembaca dan Ekosistem Implementasi

NFC sering memanfaatkan perangkat konsumen seperti smartphone atau terminal NFC, sehingga mudah untuk use case customer-facing. UHF biasanya memerlukan reader UHF (fixed/handheld) dengan antena yang dirancang untuk cakupan area tertentu, sehingga lebih umum dipakai untuk kebutuhan operasional gudang, logistik, dan manufaktur.


Komponen UHF

Berikut ini ringkasan komponen UHF dan perannya dalam arsitektur sistem RFID.


1. RFID Tag

Brown cardboard box with a white label on top, set against a plain background. No visible text or actions. Simple and minimalistic.

UHF RFID tag berisi chip dan antena, dengan bentuk yang umum berupa label, hang tag, hard tag, hingga tag khusus seperti on-metal. Pemilihan tag UHF tidak cukup dilihat dari bentuknya, tetapi harus mempertimbangkan material objek, metode pemasangan, target jarak baca, serta kondisi lingkungan seperti logam, cairan, dan area dengan banyak pantulan.


Perbedaan pentingnya dengan NFC adalah: NFC biasanya memakai kartu atau stiker untuk interaksi jarak sangat dekat (tap), sehingga tantangan utamanya ada pada konsistensi tap dan kebutuhan keamanan konten, bukan pada desain read zone jarak jauh. Pada UHF, kesalahan memilih tag sering langsung menurunkan performa, misalnya tag melemah di permukaan logam tanpa on-metal design, atau pembacaan tidak stabil pada kemasan cairan jika tuning tag tidak sesuai.


2. RFID Reader

Black electronic device with eight labeled antenna ports on both sides, resting on cardboard. Text: ANT1 to ANT8, power, read.

UHF RFID reader memancarkan gelombang radio dan menerima respons dari banyak tag sekaligus. Reader UHF dapat berupa fixed reader di gate, dock door, conveyor, atau lini produksi, serta handheld untuk pekerjaan mobile seperti stock opname dan item finding. Pemilihan reader biasanya mempertimbangkan throughput (berapa banyak tag per menit), jumlah port antena, dukungan mode lingkungan padat pembaca, serta kemudahan integrasi ke jaringan dan backend.


Sementara itu, NFC reader umumnya berupa perangkat yang mendukung interaksi satu-per-satu seperti terminal pembayaran, panel akses, kios, atau smartphone. Fokus NFC bukan mass reading, melainkan tap experience yang cepat dan stabil, kompatibilitas standar (mis. ISO 14443), serta dukungan keamanan untuk skenario transaksi atau akses.


3. Antena RFID

Ceiling-mounted white Wi-Fi router with several cables and a security camera. Power cords are plugged into outlets on a light background.

Pada UHF RFID, antena adalah komponen yang sangat menentukan karena membentuk pola pancar, arah dominan, dan karakter read zone. Penempatan antena berpengaruh pada blind spot, overlap pembacaan, dan risiko false read, sehingga desainnya lebih mirip engineering di lapangan daripada sekadar memilih aksesori. Karena itu, layout antena sebaiknya diputuskan lewat site survey dan uji coba pada alur proses sebenarnya.


Di NFC, antena umumnya sudah terintegrasi dalam reader atau smartphone dan memang didesain untuk jarak sangat dekat. Tantangan NFC lebih pada “kenyamanan tap” dan kualitas coupling pada jarak sentimeter, bukan read zone seperti pada UHF.


4. Middleware dan host system

Computer monitor displaying TUDI software with options: TUDI Aman, TUDI Lacak, TUDI Inventaris. Black DERAS device beside it.

Pada UHF RFID, middleware menghubungkan data mentah dari reader ke aplikasi bisnis seperti WMS, ERP, atau MES. Tanpa middleware yang tepat, data UHF cenderung “berisik” karena tag yang sama bisa terbaca berulang dalam waktu singkat, sementara sistem bisnis membutuhkan event yang rapi seperti “pallet A melewati gate pada waktu X”. Di tahap ini biasanya terjadi filtering, de-duplication, pemetaan lokasi berdasarkan reader/antena, serta pembentukan event inbound-outbound agar bisa langsung dipakai tim operasional.


Pada NFC, kebutuhan middleware biasanya lebih menonjol pada sisi otorisasi dan credential (akses, pembayaran, autentikasi), karena interaksinya bersifat individual dan terkontrol. Data NFC biasanya tidak se-kompleks UHF, tetapi lebih sensitif terhadap keamanan, validasi identitas, dan pencatatan transaksi, terutama jika melibatkan user, akun, atau token.


Komponen NFC

NFC ecosystem: cards stacked, card reader, smartwatch with phone, laptop with cloud and database icons. Red background, tech-focused.

Berikut ini ringkasan komponen NFC yang umum beserta karakteristiknya untuk operasi jarak sangat dekat.


1. Tag atau Kartu NFC

NFC tag/kartu berisi chip dan antena kumparan, umumnya berbentuk kartu, dan sering menyimpan data dalam format NDEF untuk memicu aksi seperti membuka URL, menjalankan aplikasi, atau verifikasi. Pemilihannya biasanya mempertimbangkan kapasitas memori, fitur keamanan, serta apakah tag perlu sekali tulis atau bisa ditulis ulang sesuai skenario penggunaan.


2. Perangkat Pembaca NFC

NFC reader menghasilkan medan untuk membaca/menulis tag pada jarak sangat dekat, dan bentuknya bisa berupa terminal pembayaran, panel akses, kios layanan mandiri, atau smartphone mode reader. Faktor pentingnya mencakup kompatibilitas standar (mis. ISO 14443 Type A/B), stabilitas pembacaan agar tap cepat, serta dukungan konektivitas dan integrasi ke aplikasi/host system.


3. Perangkat NFC Aktif

Perangkat NFC aktif seperti smartphone atau wearable dapat berperan sebagai pembaca, emulasi kartu (card emulation), atau peer-to-peer untuk pertukaran data. Dengan aplikasi yang tepat, perangkat ini bisa membaca/menulis tag, menjalankan autentikasi, dan menyajikan pengalaman digital yang terhubung langsung ke objek fisik melalui tap.


4. Middleware

Middleware NFC mengelola alur data dan kontrol seperti registrasi perangkat, otorisasi, logging, dan pelaporan, lalu mengintegrasikannya ke sistem seperti POS, IAM, CRM, atau aplikasi mobile via SDK/API. Untuk autentikasi produk, host system biasanya memvalidasi identitas unik atau mekanisme keamanan tag dan mengkorelasikannya dengan database produk agar hasil verifikasi lebih tepercaya dan bisa ditelusuri.


Cara Kerja

Perbandingan alur komunikasi UHF dan NFC dari aktivasi tag hingga pembacaan data.

Pada NFC, pembaca menghasilkan medan magnetik pada 13,56 MHz yang menginduksi tegangan pada kumparan antena tag di jarak sangat dekat. Energi ini mengaktifkan chip dan tag kemudian memodulasi kembali medan tersebut untuk mengirim data ke pembaca. Model interaksinya menuntut kedekatan dan arah yang konsisten sehingga kontrol pengguna terjaga.


Pada UHF, pembaca memancarkan gelombang elektromagnetik di kisaran 860 sampai 960 MHz. Tag memanen energi dari gelombang yang datang untuk mengaktifkan chip, lalu memantulkan sinyal dengan modulasi backscatter ke antena pembaca. Pola ini memungkinkan jarak baca beberapa meter dan laju baca tinggi sehingga ideal untuk operasi mass read.


Kelebihan UHF

UHF RFID memiliki serangkaian kelebihan sebagai berikut:


1. Jarak Baca Panjang

Bisa membaca dari jarak beberapa meter, jadi cocok untuk portal, gate, dan area gudang yang luas.


2. Laju Baca Tinggi

Mampu membaca banyak tag sekaligus dalam waktu singkat, ideal untuk kebutuhan mass read dan throughput tinggi.


3. Varian Tag Beragam

Pilihan tag sangat banyak, mulai dari label, hard tag, sampai on-metal untuk permukaan logam dan kondisi lapangan yang lebih berat.


4. Integrasi Sistem Mudah

Lebih mudah dihubungkan ke WMS atau ERP sehingga data inventori bisa diperbarui secara real time.pembaruan data inventori secara real time.


5. Ekosistem Perangkat Luas

Tersedia banyak opsi perangkat seperti fixed reader, handheld, dan antena multiport, jadi arsitektur sistem bisa lebih fleksibel mengikuti kebutuhan.


Kelebihan NFC

NFC memiliki serangkaian kelebihan sebagai berikut:


1. Interaksi Terkontrol oleh Pengguna

Model tap memungkinkan aksi yang disengaja sehingga cocok untuk pembayaran, login, dan pairing perangkat.


2. Keamanan dan Standarisasi

Mengikuti standar seperti ISO 14443 dan spesifikasi NFC Forum, sehingga interoperabilitas lebih rapi dan kontrol keamanan lebih mudah diterapkan.


3. Integrasi Mobile Native

Banyak smartphone sudah mendukung NFC, jadi pengguna bisa langsung membaca, menulis, dan berinteraksi dengan tag tanpa perangkat tambahan.


4. User Experience

Cukup satu sentuhan untuk membuka konten digital, promosi, panduan produk, atau informasi layanan secara instan.


5. Tulis Baca Jarak Dekat

Karena jaraknya dekat, proses update data bisa lebih presisi untuk titik inspeksi atau verifikasi yang butuh kedekatan.


Kekurangan UHF

UHF RFID memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan:


1. Sensitivitas Material

Performa bisa turun pada logam dan cairan jika tidak memakai tag dan desain yang sesuai.


2. Desain Antena Harus Presisi

Penempatan dan pengaturan antena perlu tepat agar hasil baca stabil dan tidak banyak miss read.


3. Potensi Interferensi

Di lingkungan RF yang padat, kualitas pembacaan bisa terganggu kalau konfigurasi dan layout tidak ditata dengan baik.


4. Variasi Regulasi Wilayah

Aturan frekuensi dan daya berbeda di tiap negara, jadi konfigurasi perangkat harus menyesuaikan regulasi setempat.


5. Biaya Infrastruktur

Untuk portal multi gate atau area luas, investasi awal perangkat dan instalasi bisa lebih besar.


Kekurangan NFC

NFC memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan:


1. Jarak Baca Sangat Pendek

Harus sangat dekat atau hampir menempel, jadi tidak cocok untuk pelacakan area luas.


2. Throughput Terbatas

Tidak dirancang untuk membaca banyak item sekaligus seperti kebutuhan gudang atau proses mass scanning.


3. Ketergantungan Perangkat

Pengalaman penggunaan sering bergantung pada dukungan perangkat konsumen, OS, serta pengaturan keamanan yang aktif.


4. Gangguan Lingkungan Logam

Performa bisa menurun bila tag dipasang di area yang banyak logam atau antena terhalang, terutama jika tag tidak didesain untuk kondisi tersebut.


5. Manajemen Siklus Hidup Tag

Tag NFC perlu dikelola secara berkala agar informasi di dalamnya tetap relevan, link tidak basi, dan penggunaan tetap aman dari penyalahgunaan atau peniruan.


Aplikasi UHF

Contoh penerapan UHF pada sektor operasional dengan kebutuhan jarak baca jauh.


1. Retail

Inventori item level dan portal gudang untuk inbound dan outbound lebih cepat.


2. Logistik dan Pergudangan

Pelacakan pergerakan di dock door, cross docking, dan konsolidasi secara otomatis.


3. Manufaktur

WIP tracking, traceability komponen, dan validasi proses di konveyor atau stasiun kerja.


4. Healthcare

Pelacakan aset klinis dan linen skala besar untuk memastikan ketersediaan peralatan.


5. Transportasi

Gate kendaraan, pelacakan bagasi, dan identifikasi kontainer.


Aplikasi NFC

Contoh penerapan NFC pada proses yang menuntut interaksi jarak dekat dan pengalaman pengguna.


1. Pembayaran dan Ticketing

Tap to pay, kartu transportasi, dan tiket acara dengan waktu transaksi singkat.


2. Akses dan Identitas

Kartu karyawan, visitor pass, dan login ke perangkat atau aplikasi.


3. Autentikasi Produk

Verifikasi keaslian melalui tap ke tag pada kemasan untuk pengalaman pelanggan.


4. Pemasaran Berbasis Tap

Menghubungkan materi fisik ke konten digital, promosi, atau loyalty langsung di ponsel.


5. Smart Maintenance

Titik inspeksi peralatan yang menyimpan log servis dan panduan teknis melalui satu sentuhan.


Kesimpulan

UHF dan NFC menawarkan nilai yang berbeda sesuai kebutuhan operasional. UHF unggul untuk jarak baca lebih jauh dan mass read di lingkungan logistik dan manufaktur. NFC menonjol pada interaksi jarak dekat yang terkendali, aman, dan ramah pengguna untuk pembayaran, akses, dan pengalaman digital.


Keputusan pemilihan harus mempertimbangkan tujuan proses, jarak target, densitas bacaan, material lingkungan, serta integrasi ke sistem bisnis. Uji coba lapangan disarankan agar parameter tag, antena, daya, dan aplikasi sesuai konteks.


Sebagai penyedia solusi RFID end to end, TUDI siap membantu Anda merancang arsitektur UHF atau NFC yang efisien dan terintegrasi. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim ahli TUDI untuk menemukan solusi terbaik bagi bisnis Anda.


 
 
bottom of page