top of page

RFID Asset Tracking: Pengertian, Komponen, Cara Kerja, dan Aplikasinya

  • Gambar penulis: Marketing Tudi
    Marketing Tudi
  • 17 Des 2025
  • 4 menit membaca
Cardboard box on a wooden table with a glowing blue location icon and barcode. Red gradient background with the text "TUDI" and "www.tudi.id".

Dalam banyak industri, aset merupakan bagian penting dari operasional harian. Namun tanpa sistem pelacakan yang tepat, perusahaan sering menghadapi kehilangan aset, pencatatan tidak akurat, hingga biaya operasional yang meningkat. RFID Asset Tracking hadir sebagai solusi modern untuk memantau pergerakan dan status aset secara otomatis dan real-time, memastikan visibilitas penuh terhadap aset kritis di seluruh rantai operasional.


Pengertian RFID Asset Tracking

RFID Asset Tracking adalah sistem pelacakan aset menggunakan teknologi RFID untuk mengidentifikasi, memonitor, dan mencatat pergerakan aset secara otomatis. Setiap aset diberi tag RFID yang menyimpan data identifikasi, kemudian dibaca oleh handheld reader atau fixed reader untuk menghasilkan informasi lokasi, waktu, dan status aset. Sistem ini sangat efektif untuk aset yang sering berpindah tempat, memiliki nilai tinggi, atau membutuhkan audit berkala.


Fungsi

RFID Asset Tracking memiliki beberapa fungsi utama untuk mendukung efisiensi operasional.


1. Identifikasi Aset Otomatis

Sistem membaca tag tanpa sentuhan sehingga identifikasi aset berlangsung cepat dan minim kesalahan.


2. Pemantauan Pergerakan Real-Time

Aset yang melewati titik pembacaan seperti pintu, gate, atau zona kerja dapat langsung tercatat di sistem.


3. Pencegahan Kehilangan dan Salah Penempatan

RFID membantu menemukan aset yang hilang atau terletak di lokasi yang tidak sesuai.


4. Mempermudah Audit dan Inventarisasi

Proses stock opname aset dapat dilakukan jauh lebih cepat menggunakan handheld reader.


Komponen

Sistem RFID Asset Tracking terdiri dari beberapa komponen utama yang saling terhubung.


1. RFID Tag

Tag ditempel pada aset dan menyimpan data EPC yang menjadi identitas utama untuk pelacakan.


2. RFID Reader

Reader dapat berupa handheld atau fixed reader untuk membaca tag di lapangan atau di area lintasan.


3. Antena

Antena membantu meningkatkan jangkauan baca pada area yang membutuhkan monitoring real-time seperti gate atau pintu gudang.


4. Middleware dan Host System

Middleware memproses data bacaan menjadi informasi yang dapat dimasukkan ke sistem backend seperti ERP, WMS, atau aplikasi asset management.


Cara Kerja

RFID Asset Tracking bekerja dengan memberikan tag RFID pada setiap aset yang ingin dipantau. Sebagian besar sistem asset tracking menggunakan frekuensi Ultra High Frequency (UHF) karena menawarkan jangkauan baca yang luas dan kecepatan tinggi.


Ketika aset melewati area pembacaan atau dipindai oleh operator, reader menangkap data EPC dari tag kemudian mengirimkannya ke middleware. Data tersebut lalu diproses dan disimpan ke sistem backend sehingga perusahaan dapat melihat riwayat pergerakan, lokasi terakhir, dan status aset kapan pun dibutuhkan.

.

Kelebihan

Teknologi asset tracking berbasis RFID menawarkan banyak keunggulan.


1. Akurasi dan Kecepatan Tinggi

RFID membaca banyak tag sekaligus (massal) tanpa perlu memindai satu per satu seperti barcode.


2. Visibilitas Real-Time

Pergerakan aset dapat dilihat secara langsung saat melewati titik pembacaan.


3. Mengurangi Biaya Kehilangan

RFID secara signifikan membantu perusahaan mengurangi kehilangan aset (shrinkage) dan salah penempatan, yang secara langsung meningkatkan kontrol operasional dan mengurangi kerugian finansial.


4. Mendukung Proses Audit Berkala

Asset count dapat dilakukan lebih sering dengan waktu yang jauh lebih singkat.


Kekurangan

Ada beberapa batasan yang perlu dipertimbangkan saat mengimplementasikan RFID Asset Tracking.


1. Investasi Awal Lebih Tinggi

Dibandingkan barcode, RFID membutuhkan perangkat tambahan seperti reader dan tag.


2. Kebutuhan Penempatan Reader yang Tepat

Penempatan antena dan reader harus dirancang dengan baik agar area monitoring tercakup optimal. Selain itu, logam dan cairan dapat mengganggu sinyal RFID (interferensi). Untuk mengatasi hal ini, diperlukan penggunaan tag khusus (on-metal tags) dan penempatan yang strategis.


3. Integrasi Sistem Diperlukan

Agar data mengalir otomatis, diperlukan integrasi ke sistem backend atau aplikasi manajemen aset.


Aplikasi di Berbagai Industri

RFID Asset Tracking digunakan di banyak sektor yang bergantung pada aset kritis. Berikut adalah contoh aplikasi yang lebih spesifik:

1. Manufaktur

Di lingkungan manufaktur, RFID Asset Tracking digunakan untuk memantau alat produksi, mold, jig, dan fixture yang sering berpindah antar lini. Sistem ini membantu memastikan aset produksi selalu tersedia di lokasi yang tepat serta mempermudah audit dan perawatan berkala.


2. Logistik dan Pergudangan

Pada sektor logistik, RFID membantu melacak pallet, container, dan peralatan handling seperti forklift attachment atau trolley. Dengan pelacakan otomatis, risiko aset hilang, tertukar, atau tidak kembali ke lokasi semula dapat dikurangi secara signifikan.


3. Healthcare

Di industri healthcare, RFID Asset Tracking digunakan untuk memantau alat medis, tabung gas, dan perangkat steril yang harus terkontrol ketat. Sistem ini membantu rumah sakit menjaga ketersediaan alat, meningkatkan keselamatan pasien, dan mendukung audit penggunaan aset.


4. Konstruksi

Pada proyek konstruksi, RFID digunakan untuk mengelola power tools, scaffolding, dan aset lapangan lainnya yang rawan hilang atau berpindah lokasi. Pelacakan berbasis RFID membantu meningkatkan kontrol aset dan menekan biaya penggantian peralatan.


Kesimpulan

RFID Asset Tracking memberikan kemampuan pelacakan aset yang lebih akurat dan real-time, membantu perusahaan mengurangi kehilangan, mempercepat audit, dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan identifikasi otomatis dan data yang selalu terbarui, pengelolaan aset menjadi jauh lebih transparan dan mudah dikontrol.


Penerapan yang tepat memungkinkan perusahaan memahami pergerakan aset secara menyeluruh, memastikan setiap perangkat, peralatan, dan barang bernilai tinggi selalu berada pada lokasi yang sesuai. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga menurunkan biaya akibat kehilangan atau salah penempatan aset.


Sebagai penyedia solusi RFID end-to-end, TUDI menghadirkan TUDI Lacak, platform asset tracking yang dirancang untuk memberikan visibilitas lengkap terhadap aset Anda. TUDI Lacak menawarkan integrasi cepat, data real-time, dan kompatibilitas dengan berbagai perangkat RFID. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim ahli TUDI untuk solusi terbaik bagi bisnis Anda.


 
 
bottom of page